PT. SETIAWAN NUSANTARA JAYA
Distributor Resmi TEN LEAVES Aromatherapy
Laporan Keuangan Konsolidasi Periode Berakhir 31 Desember 2026
Ringkasan Eksekutif & Rasio Keuangan
Ikhtisar omzet, marjin laba kotor/bersih, likuiditas, dan perputaran stok gudang.
Struktur Pendapatan & Biaya Distributor
Perbandingan Penjualan, HPP, Operasional, dan Laba Bersih
Beban Operasional
DistribusiPorsi logistik, gaji kurir/gudang, sewa, dan penyusutan armada.
Rasio Kinerja Keuangan Distributor
Indikator kesehatan likuiditas, perputaran stok barang gudang, dan profit margin.
Target Distributor: 10% - 20%
Aset Lancar / Utang Lancar (>1.5x Aman)
HPP / Rata-rata Persediaan
Hasil Akhir Setelah Beban & Pajak
Pencatatan Penjualan Produk & Pembelian Barang
Catat transaksi terperinci per nota, nama produk aromatherapy, kuantitas, harga, dan keterangan mitra.
| Tanggal | No. Faktur | Nama Barang / Produk Aromatherapy | Jumlah (Qty) | Harga Satuan | Diskon | Total Penjualan | Uang Muka (DP) | Kurang Bayar | Mitra & Rute | Metode | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| TOTAL PENJUALAN PRODUK: | 0 Pcs | Rp 0 | Rp 0 | Rp 0 | Rp 0 | ||||||
Laporan Harga Pokok Penjualan (HPP)
Perhitungan sistematis arus barang dagang masuk dan keluar gudang distributor.
| Komponen Arus Barang Dagang | Subtotal | Total Akumulasi |
|---|---|---|
| Persediaan Awal Barang Dagangan Sisa stok fisik di gudang pada awal periode buku | - | Rp 0 |
| (+) Pembelian Barang Dagang dari Principal / Produsen | Rp 0 | - |
| (+) Biaya Angkut Pembelian (Freight-In / Ekspedisi Kontainer) | Rp 0 | - |
| (-) Retur Pembelian (Barang Rusak/Expired dikembalikan ke Pabrik) | (Rp 0) | - |
| (-) Potongan / Diskon Pembelian Volume dari Supplier | (Rp 0) | - |
| = Total Pembelian Bersih Periode Berjalan | Rp 0 | Rp 0 |
| = Barang Tersedia Untuk Dijual (BTUD) (Persediaan Awal + Pembelian Bersih) | - | Rp 0 |
| (-) Persediaan Akhir Barang Dagangan (Stock Opname) Hasil cek fisik barang di gudang per 31 Desember | - | (Rp 0) |
| HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) Nilai pokok barang dagangan yang berhasil terjual kepada outlet/pelanggan | - | Rp 0 |
HPP = Persediaan Awal + (Pembelian Kotor + Ongkir Masuk - Retur - Diskon) - Persediaan Akhir
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Analisis profitabilitas dari penjualan ke toko/retailer dikurangi beban operasional distributor.
| Pos Pendapatan & Beban | Rincian | Jumlah |
|---|---|---|
| 1. PENDAPATAN OPERASIONAL (PENJUALAN) | ||
| Penjualan Kotor ke Toko / Agen Retail | Rp 0 | - |
| (-) Retur Penjualan (Barang Rusak dari Toko) | (Rp 0) | - |
| (-) Potongan Penjualan / Promo Cashback Distributor | (Rp 0) | - |
| = Penjualan Bersih (Net Sales) | - | Rp 0 |
| (-) Harga Pokok Penjualan (HPP) [lihat rincian] | - | (Rp 0) |
| = LABA KOTOR (GROSS PROFIT) | GPM: 0% | Rp 0 |
| 2. BEBAN OPERASIONAL & DISTRIBUSI | ||
| Gaji Staf Gudang, Driver & Salesman Canvaser | Rp 0 | - |
| Biaya Bahan Bakar (BBM), Tol & Servis Armada Angkut | Rp 0 | - |
| Sewa Gudang & Keamanan Kawasan | Rp 0 | - |
| Listrik, Air, Internet & Operasional Kantor | Rp 0 | - |
| Penyusutan Armada Mobil/Pick Up & Perlengkapan Gudang | Rp 0 | - |
| Total Beban Operasional | - | (Rp 0) |
| = LABA OPERASIONAL (OPERATING INCOME / EBIT) | - | Rp 0 |
| (+/-) Pendapatan Lain-lain / Beban Bunga Bank | Rp 0 | - |
| (-) Estimasi Pajak Penghasilan (PPh Final UMKM 0.5% PP 55/2022) | (Rp 0) | (Rp 0) |
| LABA BERSIH SETELAH PAJAK (NET INCOME) | Net Margin: 0% | Rp 0 |
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Struktur aset lancar & tetap dibanding kewajiban supplier serta ekuitas modal.
Total Aset sama dengan Total Liabilitas + Ekuitas Modal.
ASET (AKTIVA)
Aset Lancar (Current Assets)
- Kas di Tangan (Kas Operasional) Rp 0
- Rekening Giro / Bank Usaha Rp 0
-
Piutang Dagang (Tagihan ke Toko/Outlet) Tempo TOP 14 - 30 hariRp 0
-
Persediaan Barang Dagang (Gudang) Otomatis sinkron dengan Persediaan Akhir HPPRp 0
- Uang Muka Pembelian / Biaya Dibayar Dimuka Rp 0
Aset Tetap (Fixed Assets)
- Armada Kendaraan (Pick up / Box Truk / Motor Kanvas) Rp 0
- Peralatan Gudang (Pallet, Hand Pallet, Rak Heavy Duty) Rp 0
- (-) Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp 0)
KEWAJIBAN & MODAL (PASIVA)
Kewajiban Lancar (Utang Jangka Pendek)
-
Utang Dagang ke Principal / Supplier Pabrik Faktur pembelian barang belum jatuh tempoRp 0
- Beban Yang Masih Harus Dibayar (Gaji/Listrik) Rp 0
- Utang Pajak Usaha Rp 0
Kewajiban Jangka Panjang
- Pinjaman Bank / Modal Kerja KUR Rp 0
Ekuitas Pemilik (Modal)
- Modal Disetor Pemilik Rp 0
- Laba Ditahan (Retained Earnings Tahun Lalu) Rp 0
-
Laba Periode Berjalan (Tahun Ini) Sinkron otomatis dari Laporan Laba RugiRp 0
Buku Register Aset Lancar & Aset Tetap
Daftar buku kas, bank, persediaan, buku piutang toko, serta inventaris armada & depresiasi.
Kas, Bank, Piutang Dagang, Stok Barang
Harga Beli dikurangi Akumulasi Penyusutan
Sesuai Nilai Total Harta di Laporan Neraca
Daftar Rincian Aset Lancar Distributor
Pos dana tunai, giro operasional, persediaan gudang, dan buku piutang toko retail.
Kas & Setara Kas
Buku Pembantu Piutang Dagang (Tagihan ke Toko / Agen Retail)
Total Piutang: Rp 0| No. Faktur | Nama Toko / Agen Retail | Wilayah Sales | Jatuh Tempo (TOP) | Nilai Tagihan | Status | Aksi |
|---|
Daftar Inventaris Aset Tetap & Tabel Penyusutan
Pencatatan armada pengiriman distributor, perlengkapan gudang, dan perhitungan beban amortisasi berkala.
| Kode & Nama Aset Tetap | Kategori | Tahun Beli | Masa Manfaat | Harga Perolehan | Akumulasi Penyusutan | Nilai Buku Bersih | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| TOTAL ASET TETAP: | Rp 0 | (Rp 0) | Rp 0 | ||||
Penyusutan aset tetap dihitung menggunakan Metode Garis Lurus (Straight-Line Method) tanpa nilai residu. Nilai Buku Bersih otomatis disinkronkan ke Laporan Neraca pada akun Aset Tetap dan Akumulasi Penyusutan.
Panduan Pengendalian Keuangan Bisnis Distributor UMKM
Prinsip dasar mengelola arus kas, persediaan gudang, dan penagihan nota piutang agar bisnis distributor tidak bocor.
1. Stock Opname & Akurasi HPP
Selalu lakukan stock opname mingguan atau bulanan. Selisih fisik barang di gudang (barang bocor, rusak, atau kadaluwarsa) langsung dicatat sebagai penyusutan/beban susut agar HPP mencerminkan nilai barang yang riil terjual.
2. Manajemen Tagihan (Piutang Dagang)
Titik rawan distributor adalah piutang macet di warung/toko kelontong. Terapkan limit kredit ketat dan jangan kirim pesanan baru jika faktur lama melewati jatuh tempo (TOP). Piutang di Neraca harus ditagih tepat waktu untuk membayar supplier.
3. Sinkronisasi Utang Principal
Manfaatkan diskon pelunasan cepat (misal diskon 2/10 n/30) dari pabrik/principal untuk memangkas HPP bersih. Pastikan pencatatan retur barang cacat disertai nota kredit resmi dari produsen.
Kamus Ringkas Akuntansi Distributor
| Istilah | Artinya | Masuk Laporan Mana? |
|---|---|---|
| BTUD | Barang Tersedia Untuk Dijual (Stok Awal + Pembelian Baru) | Laporan HPP |
| Freight-In | Ongkos kirim kontainer/truk dari pabrik ke gudang kita (menambah HPP) | Laporan HPP |
| Delivery Expense | BBM & upah kirim dari gudang ke toko langganan (beban penjualan) | Laba Rugi (Beban Operasional) |
| Stock Opname Akhir | Nilai fisik riil stok gudang per akhir periode | HPP (-) dan Neraca Aset Lancar (+) |